Senin, 11 Januari 2016

adat penikahan sumbawa

BAJAJAK (Silahturrahmi antar kedua belah pihak keluarga)
Bajajak adalah pertemuan dua keluarga, atau silahturahhmi antar kedua keluarga. Dalam Bajajak ini lebih kepada perkenalan antar kedua belah pihak keluarga. Pihak laki – laki dating menemui pihak perempuan dengan maksud ingin mengetahui apakah ada orang lain yang sudah meminang atau melamar si perempuan atau tidak. Seandainya tidak ada maka pihak laki – laki akan menyatakan maksud kalau mereka ingin melamar si perempuan untuk anak laki – laki mereka.

BAKATOAN (Melamar)
Tama Bakatoan (Melamar) yaitu dimana pihak laki – laki datang menemui pihak perempuan dan membicarakan tentang pernikahan. Dalam adat masyarakat Sumbawa, saat proses Bakatoan itu pihak laki – laki datang ke rumah pihak perempuan dengan membawa SITO.
SITO adalah bungkusan segi empat yang diisi dengan kain kebaya, dan uang seikhlasnya, kemudian bungkusan itu diletakan diatas piring dan dibungkus dengan kain putih. Sito ini digunakan sebagai lambang diterima atau tidaknya lamaran tersebut. Apabila Sito ini di terima maka lamaran diterima, tapi apabila Sito ini dikembalikan maka Lamaran tersebut tidak diterima.

SAPUTES LENG (Keputusan Akhir)

Setelah lamaran diterima oleh pihak perempuan maka yang dilakukan selanjutnya yaitu Saputes Leng (keputusan Akhir. )Dalam proses ini kedua belah pihak membicarakan tentang berapa banyak barang – barang yang harus dipenuhi oleh pihak laki – laki, proses ini lebih pada mufakat. Dan banyaknya barang tersebut berdasarkan keputusan kedua belah pihak agar hajat pernikahan tercapai

BADA(Memberitahukan mempelai perempuan bahwa dia akan dinikahkan)
Pada Prosesi ini yaitu memberitahukan kepada mempelai perempuan bahwa dia akan dinikahkan. Yang memberitahukan mempelai perempuan dalam prosesi ini biasanya seorang Nyai.
Contoh Kalimat yang biasa dipake Nyai saat memberitahukan mempelai perempuan misalnya:
Man mo les tama Siti e…, apa kusabale saparah kau ke si Jadok (janganlah sering keluar masuk atau jalan – jalan Siti e…, karena kamu akan saya jodohkan dan nikahkan kamu dengan si Jadok)
Prosesi ini biasanya diiringi dengan Baguntung dan Bagenang. Baguntung yaitu memukul Rantok (alat menumbuk padi tradisonal Sumbawa) menjadi sebuah melodi yang indah.

NYORONG.Nyorong merupakan sebuah upacara adat dimana pihak keluarga calon pengantin laki-laki datang dengan rombongan yang cukup besar untuk menyerahkan bawaan kepada pihak keluarga calonn pengantin wanita.
Upacara ini biasanya diiringi dengan kesenian Ratib Rebana Ode. Di pihak wanita telah menanti juga dalam jumlah yang cukup besar, wakil-wakil dari pihak keluarga dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Setelah diawali dengan basa- basi dalam acara berbalas pantun, maka barang-barang bawaanpun diserahkan.

BARODAKBarodak adalah adat – istiadat daerah sumbawa berupa luluran yang menggunakan seme’ (masker) kepada kedua mempelai yang dilakukan pada saat sebelum dilaksanakan akad nikah ataupun sebelum resepsi pernikahan.
Adapun yang akan melakukan barodak tersebut harus terlebih dahulu dimandikan oleh sesepuh, tokoh – tokoh adat terutama kaum perempuan karena adat Barodak ini sebagian besar diikuti oleh para ibu – ibu. Pada saat pelaksanaan Barodak tersebut satu persatu ibu – ibu atau tokoh adat yang ditunjuk akan melakukan pekerjaannya yaitu mengusap dan mengoles odak ( bahan masker ) ke wajah dan lengan kedua mempelai, setelah itu barulah diberi pancar di jari kuku tangan mempelai tersebut.
Disaat kegiatan barodak berlangsung para bapak – bapak biasanya melakukan adat “Bagenang” untuk memberi kemeriahan ataupun syarat dari adat Barodak tersebut. Sedangkan Bagenang itu sendiri biasanya dilakukan oleh lebih dari tiga orang, ada yang memukul gendang dua orang, yang memukul gong satu orang dan yang meniup serunai (seruling ). __

NIKAH
Prosesi sacral dalam menuju kehidupan baru, dimana Wali / orang tua menikahkan / menyerahkan putrinya kepada mempelai laki- laki sebagai awal orang tua melepas putrinya untuk menjalani hidup baru. Prosesi akad nikah ini dilakukan oleh mempelai laki – laki setelah sah baru mempelai laki – laki dipertemukan dengan mempelai perempuan.

RAME MESSA

Basamula yaitu proses mengawali pekerjaan, atau hajatan yang dimaksud. Proses ini dilakukan dengan mengadakan Nuja Rame (menumbuk padi rame - rame), dengan mengajak semua sanak saudara dan warga kampong yang perempuan. Serta membuat atau memasak minyak Kelapa dengan syarat hanya 3 butir kelapa. Pertanda sebagai awal mengawali semua kegiatan atau pekerjaan dalam hajatan.

BISO TIANKehamilan pertama biasanya mendapatkan perlakuan lebih ketimbang kehamilan kedua dan seterusnya, baik dari ibu si calon bayi maupun keluarga. Salah satu bentuk perlakuan khusus tersebut adalah melakukan tradisi Biso Tian. Biso Tian merupakan tradisi tujuh bulanan seperti juga di berbagai daerah di Indonesia dengan beragam cara dan kebiasaan. Biso Tian bertujuan sebagai ungkapan kebahagiaan menanti bayi pertama dari seorang ibu. Selain itu, meramaikan acara tujuh bulanan khas Sumbawa ini juga untuk memberikan kekuatan dan semangat kepada si calon ibu yang baru pertama kali akan mengalami proses luar biasa dalam hidupnya, yaitu melahirkan,

GUNTENG BULU
Upacara gunting bulu dan aqiqah ini biasanya dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Saat sang bayi sudah berumur tujuh hari, Tetapi, ada juga yang dilakukan satu atau dua saja tidak sekaligus. Tergantung material untuk membuat acara tersebut.

TAMA LAMUNG
Tradisi Tama Lamong adalah tradisi yang hanya dilakukan oleh seorang wanita yang akan memasuki usia remaja. Tama Lamong dapat bertahan dalam kehidupan masyarakat karena tradisi ini masih dianggap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tersebut. Perkembangan dalam kehidupan suatu masyarakat pasti akan mengalami perubahan-perubahan termasuk dalam pelaksanaan tradisi Tama Lamong dari bentuk sebelumnya sehingga diperlukan adanya suatu pelestarian dari generasi penerusnya. 
Agar lebih mengenal tradisi Tama Lamong ini maka salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan dokumentasi berupa kajian ilmiah mengenai keberadaan tradisi tersebut.


TUREN TANA
 Setelah berakhirnya acara gunting bulu ini, ada juga yang langsung dirangkaikan dengan acara turin tanak (turun tanah) sebagai simbol bahwa si bayi sudah harus bersatu dengan alamnya. Sebagai simbol ia menginjak bumi, biasanya tanah telah disiapkan dalam sebuah tampi (wadah untuk membersihkan beras khas Sumbawa). Kaki si bayi akan disentuhkan pada tanah tersebut. 
Upacara turun tanah ini juga biasanya diadakan saat anak berusia tiga bulan. Si anak dibawa turun ke tanah melewati tangga-tangga yang menjadi jalan naik menuju rumah panggung.



TAMAT NGAJI
Tama ngaji adalah memasukkan anak ngaji dengan  membawa beras(biasanya)sebagai tanda bahwa anak tersebut sudah di serahkan untuk belajar mengaji di tempat tersebut biasanya di antar langsung oleh kedua orang tuanya ke tempat di mana anak tersebut mengaji.Biasanya anak  yang diantar ke seorang gurun ngaji  di lakukan siang dan malam hari.anak yang tama ngaji umumnya berusia 6 tahun ke atas.